NAMA : RAHMAT PANGGU
KELAS : 4D - PGSD
NIM : 151419128
MATA KULIAH : PEMBELAJARAN IPS SD
DOSEN PEMBIMBING : MUH. SARLIN, S.pd., M.pd
Rangkuman
"PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN IPS DI SD"
A. Permasalahan yang dihadapi dalam Melaksanakan Pembelajaran IPS di SD
IPS atau Social Studies mempunyai tugas mulia dan menjadi fondasi penting bagi pengembangan intelektual, emosional, kultural, dan sosial peserta didik, yaitu mampu menumbuhkembangkan cara berfikir, bersikap, dan berperilaku yang bertanggungjawab selaku individual, warga masyarakat, warga negara, dan warga dunia. Selain itu IPS pun bertugas mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif untuk perbaikan segala ketimpangan, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang di masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik.
Tujuanpembelajaran IPS adalah menemukan program pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi keterampilan sosial peserta didik. Tujuan utama tersebut dapat dijabarkan menjadi tujuan-tujuan khusus sebagai berikut. (a) Melakukan analisis kurikulum IPS untuk memahami misi dan tujuan yang harus dicapai sesuai dengan standar kompetensi di tiap jenjang pendidikan, (b) Menetapkan topik IPS yang cocok untuk meningkatkan keterampilan sosial bagi peserta didik (c) Menemukan bahan ajar, metode, media, penilaian dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan keterampilan sosial bagi peserta didik.
Masalah-masalah belajar baik intern maupun ekstern dapat dikaji dari dimensi guru maupun dimensi siswa, sedangkan dikaji dari tahapannya, masalah belajar dapat terjadi pada waktu sebelum belajar, selama proses belajar dan sesudah, sedangkan dari dimensi guru, masalah belajar dapat terjadi sebelum kegiatan belajar, selama proses belajar dan evaluasi hasil belajar. Masalahnya sering kali berkaitan dengan pengorganisasian belajar.
1. masalah pembelajaran IPS yang berasal dari siswa.
2. Masalah Pengajaran yang berasal dari Faktor Guru.
B. IDE PENYELESAIAN UNTUK PERMASALAHAN PEMBELAJARAN IPS DI SD
Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan juga mendorong para siswa untuk belajar secara bebas dalam batas-batas yang ditentukan sebagai anggota kelompok. Bilamana dalam proses pembelajaran, guru mampu mengaktualisasikan tugas-tugas guru dengan baik, mampu memotivasi, membimbing dan memberi kesempatan secara luas untuk memperoleh pengalaman, maka siswa akan mendapat dukungan yang kuat untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan, namun jika guru tidak dapat melaksanakannya, siswa akan mengalami masalah yang dapat menghambat pencapaian hasil belajar mereka.
Guru harus bisa menjadi perencana dan organisator yang baik sehingga teknik-teknik pembelajaran modern dapat ia kuasai dengan baik guna menghilangkan kejenuhan siswa. Guru merupakan variabel yang paling penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar dikelas. Guru harus bisa mengkatifkan siswanya. Ketika kualitas pembelajaran meningkat maka secara otomatis hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan.
Guru yang memilki kinerja yang baik akan mampu menyampaikan pelajaran dengan baik dan bermakna, mampu memotivasi peserta didik, terampil dalam memanfaatkan media, mampu membimbing dan mengarahkan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa memiliki semangat dalam belajar, senang dalam proses pembelajaran dan merasa mudah dalam memahami materi yang disampaikan guru.
Ketersediaan prasarana dan sarana pembelajaran berdampak pada terciptanya iklim pembelajaran yang kondusif. Terjadinya kemudahan bagi siswa untuk mendapatkan informasi dan sumber belajar yang pada gilirannya dapat mendorong berkembangnya motivasi untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Oleh karena itu sarana dan prasarana menjadi bagian yang penting untuk tercapainya upaya mendukung terwujudnya proses pembelajaran yang diharapkan.
Sekolah seharusnya memberikan fasilitas yang memadai dan dibutuhkan oleh guru denan tujuan pengevalusian kinerja guru agar tambah baik dan menjadikan guru semakin giat dan termotivasi dalam mengajar. Monitoring kepada guru merupakan perhatian sekolah terhadap guru sehingga guru merasa diperhatikan oleh sekolah dan mengharapkan guru yang bersangkutan selalu meningkatkan kinerjanya agar pembelajaran dikelas berjalan dengan baik dan lancar.
Selain penggunaan model pembelajaran yang tepat, salah satu upaya untuk mengembalikan rasa keberminatan peserta didik terhadap mata pelajaran sejarah adalah menciptakan pola pembelajaran sejarah yang terkait dengan tema-tema yang ada dilingkungan sekitar peserta didik. Kegiatan pembelajaran sejarah lokal perlu dijadikan medium untuk mengembangkan rasa kepedulian dan ketertarikan akan ranah kedaaerahan mereka, untuk selanjutnya menggali lebih dalam tentang apa yang pernah ada di masa lalu didaerah mereka. Setiap model pembelajaran membutuhkan lingkungan yang berbeda. Misalnya pembelajaran kooperatif memerlukan lingkungan belajar yang fleksibel seperti tersedianya meja dan kursi yang dapat dengan mudah untuk dipindahkan. Pada model diskusi para siswa membutuhkan duduk bersamaan dan berhadap-hadapan untuk mencurahkan pendapat dari masing- masing siswa tersebut.
C. Program-program yang harus disiapkan dan dikembangkan agar pembelajaran IPS di
SD mampu mencapai sasaran dan tujuan sebagaimana ditetapkan dalam tujuan umum IPS SD mampu mencapai sasaran dan tujuan sebagaimana ditetapkan dalam tujuan umum IPS Seluruh paradigma pendidikan di Indonesia dikembangkan untuk membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam tujuan pendidikan tersebut sangat sarat dengan kompetensi sosial, personal, dan akademis. Karena itu kurikulum pun dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya, (2) beragam dan terpadu (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (5) menyeluruh dan berkesinambungan, (6) belajar sepanjang hayat (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah IPS termasuk kedalam kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, serta kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelompok kewarganegaraan dan kepribadian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, Kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Guru sangat penting untuk membaca dan memahami isi kurikulum, khususnya kata-kata operational sebelum masuk kedalam substansi/isi kurikulum. Banyak guru yang terjebak kepada substansi materi sehingga materi IPS pun menjadi sarat dengan sejumlah materi yang harus dihapal; Guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya harus paham dengan misi tujuan pembelajaran IPS, jangan disamakan IPS dengan sisiplin ilmu sosial sehingga pembelajaran tidak subject oriented.
Konsep tanggungjawab dan komitmen, perlu dipahami secara menyeluruh oleh semua unsur kependidikan, sehingga dalam menyelenggarakan pendidikan termasuk proses pembelajaran refleksi diri, perenungan akan makna isi, peristiwa, kejadian, pekerjaaan menjadi sangat penting untuk mengembangkan keterampilan sosial.